Dengan susah payah Zainab akhirnya sampai ke Madinah bertemu sang ayah Rasulullah. Ia menjadi sangat murung karena harus merelakan suami tercinta, terlebih ia harus kehilangan bukti cintanya bersama Abu al As.
Hingga tiba suatu hari Abu al As melakukan perjalanan untuk berdagang, tak disangka Abu al As dirampok kaum muslim. Harta yang dibawa semua dirampas bahkan harta yang merupakan titipan orang lain juga habis diambil.
Abu al As melarikan diri dan teringat Zainab, wanita mulia yang pernah menjadi istrinya itu, wanita yang dengan setia dan tulus mencintainya. Ia pun menemui Zainab dan minta perlindungan padanya, serta meminta bantuan Zainab agar harta yang dicuri dapat dikembalikan dan Zainab menyanggupinya.
Rasulullah mengatakan "Wahai putriku, muliakanlah tempatnya, jangan biarkan dia menyentuhmu, karena dia tidak halal bagimu selama ia masih musryik" seperti dilansir dari video kisah cinta beda agama putri Rasulullah, Siti Zainab.
Kaum Muslim yang mendengar kabar tentang Abu al As pun berbondong-bondong mendatangi Zainab dan meminta menyerahkan Abu al As.
