Ia menjelaskan, peserta disabilitas tersebut dibantu dengan alat tambahan berupa alat recorder menyerupai Headset karena netra. Dikhawatirkan tidak bisa membaca aksara.
"Ada penambahan waktu berbeda dengan pada umumnya. Ujian jam 8 dan perkiraan 3 jam selesai, mengingat kondisinya yang tidak memungkinkan," tutupnya.
Untuk diketahui, peserta disabilitas sendiri di Sulawesi Tenggara terdiri dari tiga orang. Dua orang netra dan satu orang mental.
Mereka tersebar di berbagai daerah, yakni di Kolaka, Unaaha, dan Wakatobi. (B)
Reporter: Boy Candra Ferniawan
