Menyambung juang bukan hanya berarti mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga beraksi dengan semangat yang sama dalam menghadapi tantangan zaman modern. Jika para pendahulu berjuang melawan penjajah dengan angkat senjata, santri masa kini berjuang melawan kebodohan dan kemunduran melalui pendidikan dan ilmu pengetahuan.
Jika para pendahulu mewariskan nilai-nilai luhur bagi bangsa, santri masa kini harus menjaga serta berkontribusi dalam membangun masa depan masyarakat yang lebih baik.
La Ode Butolo berharap bahwa peringatan Hari Santri 2024 ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen para santri dalam meraih masa depan dan mewujudkan cita-cita bangsa.
Ia menegaskan bahwa santri harus percaya diri, karena mereka bisa menjadi apa saja.
"Santri bisa menjadi presiden, seperti KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), atau wakil presiden, seperti KH Ma'ruf Amin," ujarnya.
