"Saya merantau ke sini jualan es dawet ayu, keluarga di Jawa, sudah 2 tahun saya tidak pulang karena harus menjual," ungkapnya.
Walaupun dengan penghasilan yang tidak menentu pada setiap harinya, namun ia sangat bersyukur dengan setiap yang ia dapatkan, terpenting baginya untuk keluarga.
"Penghasilan setiap hari yang walaupun pas-pasan, tapi kalau dikerjakan dengan tekun Insya Allah ada hasil," ujarnya.
Meski demikian, menurut Jalaluddin keuntungan yang didapatnya dari berdagang es dawet, sedikit demi sedikit bisa memenuhi kebutuhan keluarganya, ditambah lagi musim panas yang memiliki banyak pembeli.
Menerjang jalanan yang terik, Jalaluddin tak lagi mengenal kata lelah, ia tidak menyerah untuk berjualan dawet, walaupun harus berpanas-panasan untuk berjualan di pinggir jalan.
