Baca juga: Terdapat Beberapa Perubahan, Begini Naskah Proklamasi Autentik Ketikan Sayuti Melik
Baca juga: Kisah Pedagang Nasi Kuning dan Songkolo di Tengah PPKM
"Di situ Papa masukkan aku ke RSJ satu lagi. Aku disekap, dikasih obat tidur, sampai aku bilang, 'Kenapa kalian enggak bunuh aku sekalian dengan agama aku saat ini, di situ Papa bilang, kamu anak durhaka, kamu anak yang enggak pernah nurut sama aku, kamu disekolahkan tinggi tapi kenapa memilih agama itu'. Jawaban aku cuma satu, ini hidayah dari Allah," kata Maria.
Pada 2020, keyakinan Maria dalam memeluk agama Islam sempat goyah. Ia hampir menjadi murtad setelah dibawa pamannya ke Singapura.
Namun, karena hidayah Allah SWT, Maria kembali ke jalan Allah dan kabur. Saat sampai di bandara di Indonesia, Maria dibawa paksa keluarganya dan disekap selama 10 hari.
