Ia kembali mendapatkan perlakukan kasar dari keluarganya. Sang kakak bahkan tega memukulnya.

"2020 aku sempat hampir murtad lagi, sampai hampir meninggalkan Allah saat dibawa ke Singapura sama Om aku, aku dikasih kenikmatan dunia untuk kembali murtad. Tapi memang Allah meyakinkan aku kalau agama yang sesungguhnya itu Islam, agama yang harus aku pertahankan itu Islam, di saat kamu susah dan senang ada Allah, di situ aku kabur ke Indonesia," ungkapnya.

"Saat di bandara bersama keluarga ayah aku ditarik ke mobil, 10 hari aku enggak dikeluarkan dari kamar, aku dipukul, ditampar oleh kakak aku sendiri. Di situ aku memutuskan, lebih baik aku pergi dari keluarga dan hidup mati aku serahin sama Allah," ujarnya.

Setelah pergi dari keluarga, Maria memiliki pesan untuk kedua orang tuanya yang telah meninggal. Meski telah pergi dari keluarga, Maria selalu mendoakan kedua orang tuanya yang telah tiada. Ia berharap dipertemukan dalam mimpi.

Maria ingin sekali bicara dengan Papa dan Mamanya dalam mimpi. Ia ingin kedua orang tuanya itu bangga melihat anaknya yang sudah bahagia atas pilihannya itu sekarang.