KENDARI, TELISIK.ID - Sore itu, di tengah hiruk-pikuk kota Kendari, di mana kendaraan bermotor berdesakan di jalanan, seorang wanita tua tampak perlahan mendorong gerobaknya di tepi jalan.

Dengan wajah penuh kerutan, ia tetap berjalan tegap, menyusuri trotoar yang mulai sepi setelah sibuknya lalu lintas siang hari.

Tak ada yang tahu pasti berapa lama ia telah menjalani profesinya sebagai pemulung, namun semangatnya untuk bertahan hidup tak pernah luntur, meskipun tubuhnya semakin lelah oleh usia.

Wanita ini, yang mengenakan pakaian sederhana dan topi untuk melindungi dirinya dari terik matahari, adalah salah satu dari sekian banyak pemulung di Kendari.

Setiap hari, ia mengais sampah di berbagai sudut kota, mengumpulkan barang-barang yang masih bisa dimanfaatkan atau dijual.