Baca Juga: Senyum di Tengah Peluh: Kisah Ibu 60 Tahun Penjual Jagung di Kendari

Gerobaknya yang sudah penuh dengan barang-barang bekas itu menunjukkan betapa kerasnya perjuangan hidup yang ia jalani.

"Ini pekerjaan saya sehari-hari," ucapnya dengan suara lembut, meski napasnya terdengar sedikit tersengal. "Meskipun sudah tua, saya harus tetap bekerja, karena tidak ada yang bisa saya andalkan selain diri saya sendiri," katanya.

Nama wanita ini adalah Siti, seorang pemulung yang telah puluhan tahun hidup bergantung pada barang-barang bekas yang ia kumpulkan. Siti tidak memandang rendah pekerjaannya. Baginya, setiap benda yang dikumpulkan adalah sumber rezeki yang memberi kehidupan.

Tak jarang, ia harus berjalan jauh menembus panasnya matahari atau menghadapi hujan untuk mengumpulkan sampah di berbagai tempat.