Ketiga partai itu serempak menyatakan Anies sudah level nasional karena sudah calon presiden (capres), maka jika Anies berpartisipasi dalam Pilkada DKI Jakarta, maka Anies dapat dianggap telah turun level dalam kancah politik elektoral.
Di sisi lain, kans Anies untuk maju kembali dalam Pilpres 2029 peluangnya masih ada hanya saja rakyat melihat dirinya sebagai politisi non-partai yang kemaruk akan jabatan politik bukan sebuah langkah kepedulian dan upaya melayani publik. Tulisan ini ingin mengurai dan menerka mengenai Anies pasca Pilpres 2024.
Anies Bukan Kader Partai Politik
Ketiga partai politik itu mempelajari Anies berdasarkan pengalaman hasil Pilpres 2024 lalu. Elektabilitas Anies memang masuk tiga besar sehingga ia bisa melaju sebagai capres. Anies elektabilitasnya harus diakui memang menempati posisi tiga besar hanya saja kinerjanya sebagai Gubernur DKI Jakarta terjadi pro-kontra dalam perdebatan Anies dianggap berkinerja berhasil atau malah sebaliknya dirinya Gubernur yang gagal di DKI Jakarta tetapi beruntung diajukan sebagai capres di Pilpres 2024 kemarin.
Jika dipelajari memang hasil kinerja Anies jika diangggap berhasil sebagai Gubernur DKI Jakarta, nyatanya tidak membawa dampak besar sebagai capres hingga dapat terpilih. Berbeda dengan Joko Widodo (Jokowi) hanya dua tahun sebagai Gubernur DKI Jakarta sudah dinilai berhasil yang kemudian diajukan di Pilpres dengan terbukti menang Pilpres dua periode yakni 2014 dan 2019.
