Sementara itu, Ketua Program Studi S1 Farmasi UMW, Dr. apt. Mus Ifaya, menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan membantu peserta memahami konsep dasar kronofarmakologi serta pentingnya mempertimbangkan ritme biologis tubuh dalam menentukan waktu pemberian obat.
Pemahaman tersebut diharapkan dapat mendukung optimalisasi efektivitas terapi sekaligus meminimalkan risiko efek samping obat. Meski demikian, penerapan waktu pemberian obat tetap perlu mempertimbangkan karakteristik obat, kondisi pasien, dan petunjuk penggunaan yang tepat.
Selain memperkuat pemahaman teoretis, kuliah pakar ini juga ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan peserta mengenai penerapan prinsip kronofarmakologi dalam pelayanan farmasi klinik modern.
Mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan tersebut dalam praktik kefarmasian, khususnya ketika memberikan informasi dan edukasi kepada pasien mengenai ketepatan waktu penggunaan obat. Dengan begitu, pelayanan kefarmasian diharapkan dapat mendukung keberhasilan terapi dan keselamatan pasien.
Di tempat yang sama, Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker UMW, Rina Andriani, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan kuliah pakar perdana yang diselenggarakan bersama oleh Program Studi S1 Farmasi dan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Sains dan Teknologi UMW.
