Obesitas pada anak merupakan penyakit kompleks kronis, ditandai timbunan lemak berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan. Obesitas dapat menyebabkan peningkatan risiko terjadinya penyakit degeneratif, seperti: diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung, tekanan darah tinggi (hipertensi), dapat mempengaruhi kesehatan tulang dan reproduksi, serta meningkatkan risiko kanker di kemudian hari.
Obesitas juga dapat mempengaruhi kualitas hidup anak, seperti asma, sleep apnea (gangguan tidur), pubertas dini, gangguan koordinasi (sulit untuk menggerakan anggota tubuh dan kemampuan keseimbangan tubuh yang buruk), hingga masalah psikologis seperti rasa rendah diri hingga depresi. Angka kematian akibat obesitas pada anak pun bisa mencapai angka 2,6 juta kasus.
Dilansir https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/, 06 Maret 2024, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Prof. Dante Saksono Harbuwono mengingatkan bahwa di balik kesan lucu dan menggemaskan anak yang mengalami obesitas, tersimpan risiko sindrom metabolik yang berkaitan dengan penyakit jantung koroner, stroke, dan pembuluh darah. Membiarkan anak itu tetap gemuk, berarti kita menyimpan tabungan anak tersebut untuk menjadi sakit jantung dan pembuluh darah. Pernyataan Wamenkes ini disampaikan pada Peringatan Hari Obesitas Sedunia Tahun 2024 di Jakarta, Selasa (5/3/2024).
Prof. Dante pun mengungkap Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, yang menunjukan 1 dari 3 masyarakat di Indonesia mengalami obesitas. Selain itu, 1 dari 5 anak-anak di Indonesia mengalami kelebihan berat badan. Persentase obesitas terus meningkat dalam satu dekade terakhir, yakni dari 8% pada 2007 menjadi 21,8% pada 2018. Hal ini hampir terjadi di semua negara berkembang karena adanya perubahan pendapatan yang lebih baik.
Bila kita memperhatikan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menurut provinsi. Misalnya, prevalensi status gizi pada anak umur 0 - 59 bulan: berat badan lebih dan obesitas 4,2%, kurus 6,4%, dan sangat kurus 2,1%. Untuk umur 5- 12 tahun: obesitas 7,8%, berat badan lebih 11,6%, kurus 7,5%, dan sangat kurus 3,5%. Sedangkan untuk umur 13 - 15 tahun: obesitas 4,1%, berat badan lebih 12,1%, kurus 5,7%, dan sangat kurus 1,9%.
