Baca Juga: Pelabuhan Penyeberangan Feri Tobaku-Siwa Dipadati Penumpang
TBC, kata Erma, sering kali dianggap aib maupun penyakit keturunan. Akibatnya pasien cenderung menutup diri dan enggan untuk menjalani pengobatan dengan baik.
"Indonesia peringkat kedua dunia setelah India. Makanya dibutuhkan kolaborasi antara pemprov, pemkab maupun elemen masyarakat semuanya di Tulungagung agar nantinya di tahun depan Tulungagung sudah bebas TBC," tandasnya.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung telah menemukan 1.332 pasien tuberkolosis (TBC) baru selama tahun 2022 ini. Jumlah itu masih sekitar 54,43 persen dari target yang ditetapkan, sebanyak 2.447 pasien.
Baca Juga: Pesisir Wameo Baubau Kembali Porak-poranda Diterjang Badai
