Mantan senator DPD RI itu yakin, dengan keindahan alam di permandian Kalima-lima dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Karenanya, ia berpesan pada masyarakat Desa Moolo agar tetap menjaga kelestarian alam di sekitar permandian.
"Ini aset. Selain bisa menambah pengahasilan daerah dan desa, juga dapat meningkatkan perekonimian masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Moolo, Natsir menerangkan, permandian Kalima-lima pertama kali ditemukan pada tahun 1997. Letaknya, tidak terlalu jauh dari pemukiman warga. Dari jalan raya, jaraknya hanya sekitar kurang lebih 3 Km. Saat ini, mobil bisa masuk hingga ke dalam.
Baca Juga: Semak Belukar Diubah jadi Lokasi Wisata Kuliner, Sajikan Nuansa Alam Pedesaan Konawe Selatan
Dinamakan permandian Kalima-lima, karena batunya tersusun lima buah yang menjadi pegangan tangan. Airnya jernih yang bersumber dari pegunungan.
