Politisi Golkar Sultra itu optimis bila ada sharing anggaran dari Pemkab untuk membangun infrastruktur penunjang lainnya, otomatis akan menambah pundi-pundi pendapatan asli daerah (PAD). Pemkab bisa menarik biaya masuk, parkiran dan sewa-sewa gazebo.

"Selama ini pengelolaanya melalui Bumdes dan belum maksimal. Uang parkiran masuk di kantong pribadi para muda mudi," ujarnya.

Selain permandian, di Topa juga bisa dikembangkan wisata mangrove. Pohon-pohon mangrove yang mengelilingi permandian sangat indah. Belum lagi, terdapat situs budaya di dalam mata air terdapat gua yang luasnya seperdua lapangan sepak bola.

"Selain sebagai wisata, juga bisa dijadikan sebagai kawasan edukasi," timpalnya.

Baca juga: Ini Rute Perjalanan Presiden di NTT