WAKATOBI, TELISIK.ID - Tanaman porang sebelumnya belum pernah ditemukan tumbuh di Wakatobi. Namun ternyata tanaman endemik ini dikembangkan oleh petani di Desa Wungka, Kecamatan Wangi-Wangi.

Bupati Wakatobi, Haliana mengungkapkan, potensi tanaman porang untuk menjadi produk unggulan Desa Wungka sangat tinggi. Di sisi lain, permintaan akan komoditas tersebut juga tinggi.

"Pengembangan komoditi unggulan di Wakatobi seperti porang, sergum dan bawang, pemerintah akan berupaya memikirkan bagaimana mensejahterakan para petani. Untuk itu Pemda akan mencari lokasi-lokasi yang cocok untuk tanaman porang. Nantinya hasil produksinya bisa dimanfaatkan para petani yang ada di desa," ungkap Haliana.

Dia mengatakan, porang memilik prospek yang sangat sangat baik. Pemasarannya bahkan sudah dalam skala besar sampai ke manca negara. Namun untuk di Wakatobi, belum banyak petani yang mengetahuinya.

Sementara itu Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultural Wakatobi, Muhammad Hiamin, menjelaskan bahwa pola tanam porang tergolong unik. Selain masih tergolong tanaman langka, masa tanamannyapun harus dimulai dari bulan Oktober atau November dan menunggu sampai 8 bulan baru bisa dipanen.