"Jenis tanaman pangan porang sebelumnya tidak ada di Wakatobi. Namun ternyata ada yang endemik yang dikembangkan oleh petani Desa Wungka. Tumbuhan ini tergolong unik bila musim kemarau tumbuhan ini akan mati. Setelah dua kali tumbuh dia akan besar umbinya kurang lebih 1 tahun," jelasnya.
Porang hanya bisa dikembangkan di beberapa pulau di Wakatobi yaitu Pulau Wangi-Wangi, Kaledupa, dan sebagian Tomia," tambah Muhammad Hiamin.
Dia menjelaskan, alasan tumbuhan ini hanya bisa dikembangkan pada daerah-daerah tertentu karena jenis tanah yang digunakan harus gembur. Dalam hal ini volume tanahnya terbilang dalam.
"Kita petak-petakan mana lahan yang cocok misalnya untuk porang di bagian mana untuk dikembangkan. Artinya kita akan budidayakan dan dikembangkan melalui kelompok-kelompok tani di desa atau kelurahan di Wakatobi," imbuhnya.
Seorang petani porang Desa Wungka, Mahyudin membagikan pengalamannya menanam porang yang mulai dikembangkannya dari tahun 2019.
