Motivasi terbesar menjalankan usaha tersebut berawal pada saat, ia pernah diremehkan dengan sebutan Sarjana Cendol. Di mana sebagian masyarakat awam masih banyak yang beranggapan, seseorang lulusan sarjana tidak seharusnya berjualan cendol di warkop, tetapi menjadi seorang pegawai kantoran pada umumnya, sehingga kata-kata itulah yang menjadi dorongan semangat dalam dirinya untuk terus berusaha.
Meskipun sebagian orang menganggap usahanya sepele, namun menurutnya omset yang dihasilkan pada waktu itu, dalam penjualan es cendol sudah cukup menguntungkan.
Tetap semangat dan tidak menyerah, hal-hal besar membutuhkan waktu dan proses, demikianlah yang menggambarkan sosok Novi terlepas dari banyaknya pesaing usahanya, ia tetap berprinsip untuk mempertahankan rasa dan kualitas bahan-bahan premium yang dapat dijual dengan harga terjangkau.
Novi mengaku, tantangan awal dalam merintis usaha pernah dirasakan karena susahnya mencari pelanggan, di mana menurutnya produk yang ia tawarkan belum terlalu familliar di masyarakat, sehingga mempengaruhi naik turunnya pendapat usaha tersebut.
Tidak hanya itu, dalam perjalanan usaha warkopnya tersebut, ia mengaku sempat kesulitan memperoleh modal usaha.
