Sri Yustiningsih mengungkapkan, pengalaman yang paling tidak pernah dilupakan olehnya adalah saat menjadi karyawan proyek di CV Setia Budi. Upah yang seharusnya didapatkan, sering tidak dibayarkan.

Padahal sebagai seorang karyawan, Sri Yustiningsih telah menunaikan kewajibanya. Ia yang sudah tua dan sering mengerjakan pekerjaan berat, tentunya akan sangat sulit baginya. Ditambah lagi upah yang jarang terbayarkan.

Ia pernah ditugaskan mengerjakan selokan sepanjang 15 km dan tidak dibayar, ia juga pernah ditugaskan menggali deker. Tak hanya itu, ia juga bercerita suaminya pernah diperintah untuk berjaga malam di pertanahan kampus selama 250 malam. Upah yang seharusnya diterima Rp 10.000 setiap malam malah tidak dibayarkan.

Baca Juga: Hidup Pas-pasan, Seorang Ibu jadi Tulang Punggung Keluarga

"Bayarlah upah buruhmu sebelum keringatnya kering," nasehat Sri Yustiningsih.