Penyakit terkait rokok adalah penyakit yang terjadinya berhubungan atau terkait dengan faktor pajanan asap rokok, baik aktif (pada seseorang yang merokok) maupun pasif (pada seseorang yang tidak merokok namun terpajan asap rokok lingkungan. Penyakit yang berhubungan dengan rokok ini telah banyak terdokumentasikan.  

Setidaknya panyakit terkait rokok ini terdokumentasi dengan baik di dalam buku “Pedoman Diagnosis Penyakit Terkait Rokok" yang diterbitkaan oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) tahun 2012. Terdapat 15 penyakit terkait rokok dan mekanismenya terangkum di dalam buku ini. Dan, tentu saja terdapat langkah-langkah diagnosis, pencegahan, dan tata laksana di dalamnya.

Kelima belas penyakit tersebut, yakni: stroke iskemik (infark serebri), penyakit jantung koroner, penyakit pembuluh arteri perifer, kanker, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), asma, infeksi saluran pernapasan, gangguan pada kehamilan dan janin, dampak merokok terhadap ukuran janin, dampak merokok terhadap perkembangan neurologis dan kognitif, bayi berat lahir rendah (BBLR), sudden infant death syndrome (SIDS), gangguan kesuburan (infertilitas) dan impotensi, gangguan reproduksi perempuan, dan terakhir diabetes.

Trend Merokok pada Anak dan Remaja

Pada peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS), 31 Mei 2024, yang mengangkat tema “Lindungi Anak dari Campur Tangan Industri Produk Tembakau”. Ketika itu terungkap hasil survei yang mengatakan bahwa anak-anak berusia 13-15 tahun di sebagian besar negara secara konsisten menggunakan produk tembakau dan nikotin.