Baca Juga: Tandus Nilai Agama, Tindak Asusila Marak di Kampus

Keempat, anak dan remaja tidak punya hak suara dan kekuatan lobi untuk mempengaruhi agenda kebijakan pemerintah; Kelima, dalam banyak hal anak dan remaja sering tidak dapat mengakses perlindungan dan pentaatan hak-haknya; Keenam, anak dan remaja lebih beresiko dalam eksploitasi dan penyalahgunaan.

Catatan Akhir

Meroketnya angka perokok pada anak dan remaja tidak boleh dianggap remeh. Sebab, ini soal masa depan bangsa. Karena itu, mereka yang punya kepedulian akan nasib dan masa depan bangsanya seharusnya bergerak secara bersama-sama untuk melakukan upaya mencegah dan mengatasinya.

Upaya pencegahan, misalnya: 1) Mengaktifkan kampanye bahaya merokok bagi kesehatan; 2) Menyediakan layanan berhenti merokok secara luas dan mudah dijangkau; 3) Memasukkan penyakit akibat merokok ke dalam kurikulum sekolah; 4) Pembentukan teman sebaya atau komunitas anak dan remaja, “Sehat Cerdas Tanpa Merokok”; 5) Mendorong siswa untuk membuat konten kreator, “Sehat Cerdas Tanpa Merokok”.