Dikatakan, pembangunan gedung tersebut bersumber dari DAK tahun 2021 yang mencapai Rp 4,5 miliar.
Muhlida menjelaskan, anggaran pembangunan perpustakaan telah dianggarkan pada tahun 2020, namun terkendala karena pandemi COVID-19.
”Untuk sementara kami sedang berupaya untuk pengadaan isi ruangan. Nanti tahun 2022 kita usul pengadaan buku, perabot dan komputer. Kalau untuk mejanya sudah ada,” katanya.
Dia menambahkan, bantuan gedung yang anggarannya berasal dari DAK ini, hanya diterima oleh tiga kabupaten di Sulawesi Tenggara yakni Kabupaten Buton, Bombana dan Kabupaten Wakatobi. (B)
Reporter: Boy Candra Ferniawan
