“Saya mau kasih masuk anak-anak tapi saya takut, jangan sampai nanti roboh, siapa mau tanggung jawab. Itu bukunya kita sudah simpan di sebelah karena sebagian atapnya sudah bocor,” ungkapnya saat ditemui di ruangannya, Selasa (16/1/2024).
Dia menambahkan, sudah pernah mengajukan pengusulan perbaikan, bahkan mengirimkan video kondisi perpustakaan ke pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari. Atas usaha tersebut, ia dijanjikan akan mendapat bantuan renovasi pada tahun 2024 ini.
Baca Juga: Nestapa Pendidikan di Buton Selatan: Minim Fasilitas Tak Ada Perpustakaan
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Machlil Rusmin mengungkapkan, renovasi bisa dilakukan tergantung data Dapodik. Jika pihak admin sekolah memperbagus data Dopodik, maka pihak sekolah bisa mendapat bantuan renovasi.
“Itu tergantung data Dapodik mereka, kalau datanya mereka bagus, sarprasnya itu. Proyek sekarang kan satu kali berjalan, jadi tinggal tunggu saja dana dari pusat. Kalau sudah ada dananya bisa kita segerakan, jadi adminnya diperbagus data Dapodiknya supaya bisa dapat ruang perpustakaan. Tapi nanti kita akan lihat kondisi lapangan di 103,” ujarnya kepada Telisik.id di ruang kerjanya, Selasa (16/1/2024). (B)
