"Tidak bisa memang dihindari (game online), tetapi kan bisa diberi pemahaman," kata Hikma.

Lain halnya dengan Maswan, pengunjung lainnya. Ia justru menilai sebuah perpustakaan itu memang pada dasarnya mesti mampu menampung semua latar belakang.

Baca Juga: Tak Terawat, Kawasan Wisata Olahraga KONI Sulawesi Tenggara Memprihatinkan

"Siswa-siswa ini kan generasi, tidak apa-apa main game, lambat laun bisa diberi pemahaman," katanya.

Mereka, lanjut Maswan, masih dalam tahap pertumbuhan. Prinsipnya seperti masjid. Kalau siswa ini ditegur, jangan sampai mereka jadi benci perpustakaan.