Lebih lanjut, Sandiaga menjelaskan proyeksi perputaran ekonomi tersebut tidak lepas dari prediksi pertumbuhan pergerakan masyarakat saat musim mudik tahun ini.

Pada tahun ini, pergerakan masyarakat diperkirakan naik sebesar 44,8% di banding tahun lalu atau total sebesar 123,8 juta orang. Adapun, pada tahun lalu, jumlah pergerakan masyarakat ketika momen mudik sebesar 85,5 juta orang.

Sandiaga menyebutkan ada beberapa faktor penunjang yang diprediksi menjadi penyebab kenaikan pergerakan masyarakat. Di antaranya adalah jumlah hari libur yang lebih panjang dan relaksasi kebijakan pembatasan perjalanan.

"Hal ini sesuai dengan strategi kita. Maka, dengan asumsi menggunakan basis pengeluaran wisatawan nusantara saat mudik lebaran periode 2019-2021 sekitar 1,94 juta, maka diproyeksikan perputaran ekonomi naik dari angka estimasi awal Rp 150 triliun ke Rp 240,1 triliun," jelas Sandiaga.

Selain itu ada 92% masyarakat yang disurvey menyatakan akan berwisata selama periode libur lebaran 2023. Survei ini telah dilakukan Kemenparekraf mulai 31 Maret hingga 28 April 2023.