Baca Juga: 'Cawapres Rasa Presiden,' Jika Anies-Muhaimin Terpilih

Mari kita ulas apa saja kemungkinan perilaku yang telah dilakukan oleh Prabowo sebagai balas jasa. Pertama, sudah dilakukan oleh Prabowo dengan mengubah nama koalisi pengusungnya mengikuti nama Pemerintahan ini, sekaligus mendepak PKB, seperti telah dijelaskan diatas.

Kedua, Prabowo telah menerima dipasangkan bersama Gibran Rakabuming Raka yang merupakan putra sulung Presiden Jokowi. Padahal Prabowo disinyalir lebih sreg bersama Erick Thohir jika sebagai cawapresnya. Jika kita pelajari dengan menggunakan konsep proses dan realitas, berdasarkan rangkaian peristiwa politik yang telah terjadi.  

Ketiga, Prabowo juga sudah menerima melanjutkan kebijakan Presiden Jokowi. Sehingga Prabowo terkesan tidak punya gagasan baru yang ditawarkan kepada masyarakat. Wajar Prabowo di panggung debat terkesan tidak menjadi diri sendiri, pilihan berkomitmen harus tetap dijalankan meskipun hati menggerutu dan pikiran galau tingkat tinggi. Jika meminjam bahasa Anak Sekarang, Prabowo sedang mengalami kondisi “nyesek to the bone.”

Patut dipahami bahwa karakter Presiden Jokowi sangat memahami bahwa politik tanpa pamrih adalah hal mustahil. Presiden Jokowi telah melakukan dalam mengelola pemerintahannya, dengan sikapnya memilih “buang-pungut” terhadap para pembantu-pembantu presiden yang terkena reshuffle. Mereka yang direshuffle, kecuali yang membelot dan memilih memusuhinya, sejatinya hanya digeser saja posisinya, karena Jokowi sadar adanya pamrih terhadap mereka yang telah berjasa memenangkan dirinya saat di Pilpres.