Terkait Hila, seberapa banyak jurnalis yang senasib dengannya di tanah air? Tentu, memerlukan perhatian lembaga tempatnya bekerja, organisasi profesinya, dan Dewan Pers (DP). Hal ini berkait erat dengan media yang bukan saja sebagai industri, tapi media yang punya fungsi sosial besar. Untuk itu perlu memasukkan, antara lain jaminan kesehatan dalam kewajiban mensejahterakan awak media. Setidaknya, dlam batas-batas yang terjangkau.

Sebab, selain persoalan gaya hidup seseorang (baca: jurnalis), jaminan dari pemerintah sebatas (paket) rawat jalan atau rawat inap. Selebihnya, biaya-biaya lain  menjadi tanggung jawab si sakit atau keluarga. Di sinilah peran keluarga dekat, fungsinya tidak kecil, baik dalam pendekatan materi maupun moril.

Profesi bukan cuma jurnalis. Sakit berat bisa menyerang siapa saja. Perlu rawatan yang berhati secara intens dan berlanjut. Masih banyak “Hila Hila yang lain”! (*)

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS