Baca Juga: BBM Naik, Nelayan di Jawa Timur Menjerit Butuh Bantalan Sosial

Berdasarkan persentase per kecamatan, hasil balita yang diukur dan ditimbang bulan Agustus 2022 ini dari yang tertinggi secara berurutan sebagai berikut: Kecamatan Ruteng 28,9% (999) dari 37,2% (1.045), Kecamatan Cibal Barat 23,3% (308) dari 24,1% (311), Kecamatan Lelak 23,0 (227) dari 37,2% (370), Kecamatan Wae Rii 22,3% (596) dari 33,6% (861).

Sementara itu, Kecamatan Reok Barat 22,3% (299) dari 16,4% (223), Kecamatan Cibal 19,8% (510) dari 22,8 (588), Kecamatan Satar Mese 16,4% (471) dari 17,1 (531),  Kecamatan Satar Mese Barat 13,1% (202) dari 20,1%, (348), Kecamatan Satar Mese Utara 12,5% (254) dari 14,5% (257), Kecamatan Rahong Utara  9,5% (168) dari 14,2% (257) , Kecamatan Reok 8,0% (117) dari 18,0 (301) dan Kecamatan Langke Rembong 4,9% (222) dari 6,4% (286).

Menurutnya, penurunan ini terjadi karena berbagai upaya intervensi yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah melalui kegiatan konvergensi yang melibatkan semua komponen masyarakat intervensi gizi spesifik yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai.

Senada dengan Sekda, Kepala Dinas Kesehatan Manggarai, drg. Bertolomeus Hermopan menambahkan, kegiatan konvergensi yang sudah dilakukan seperti pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil yang Kekurangan Energi Kronis (Bumil KEK) sebanyak 570 bumil KEK (100%) dari Bulan Januari-Juli 2022, promosi inisiasi menyusui mandiri (IMD) untuk bayi baru lahir (BBL) di mana dari 3.080 BBL bulan Januari-Juli 2022, 2.769  (90,5%) yang IMD.