Sebanyak 50 siswa akan menjadi angkatan pertama, dengan komposisi 30 laki-laki dan 20 perempuan. Mereka berasal dari berbagai kecamatan di Kendari dan Konawe, dipilih berdasarkan kategori sosial ekonomi terendah (desil 1), sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Sebagian besar siswa adalah anak-anak terlantar yang sebelumnya putus sekolah di jenjang SD atau SMP. Mereka berasal dari keluarga tanpa penghasilan tetap,” tambahnya.
Pada 14 Juli mendatang, seluruh siswa akan menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Gunawan menegaskan bahwa tidak ada siswa yang akan ditolak karena alasan kesehatan.
“Yang sakit tetap diterima, tapi harus melalui proses penyehatan terlebih dahulu,” tegasnya.
Dari sisi pengajaran, SR mengadopsi sistem pembelajaran digital berbasis kurikulum nasional dan tambahan seperti pendidikan karakter, agama, dan keterampilan hidup. Fasilitas seperti laptop dan sarana pendukung lainnya juga disiapkan untuk mendukung proses belajar-mengajar.
