"Pembeli air galon terus bergantian datang, tidak seperti biasanya. Ini untuk persiapan mereka selama tiga hari tidak keluar rumah," katanya kepada telisik.id, Kamis (9/4/2020).
Baca juga: Dampak COVID-19, UKM Prediksi Tak Jualan Hingga Lebaran
Sementara itu, warga Kelurahan Bende, Abu Fatih mengatakan, biasanya satu air galon bisa dihabiskan kurang lebih lima sampai enam hari. Tetapi karena ada imbauan dari Wali Kota Kendari, pihaknya hari ini kembali mengisi ulang air minumnya, padahal baru dua hari yang lalu ia baru membeli air minum.
"Iya, untuk persiapan saja, karena jangan besok-besok air minum sudah habis tapi depot isi ulang belum buka. Apalagi, air PDAM juga tidak menentu mengalirnya," ungkapnya.
