Abu Bakar al-Balkhi berkata, "Bulan Rajab adalah bulan menabur, bulan Syaban adalah bulan mengairi tanaman. Dan bulan Ramadan adalah bulan memanen hasil bumi."

Rasulullah SAW juga telah menyampaikan bahwa bulan Syaban adalah bulan di mana amal kebaikan diangkat kepada Allah SWT. Di bulan inilah terdapat hikmah seperti sabda Nabi SAW:

Dari Usamah bin Zaid, dia berkisah, "Aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihat engkau berpuasa di bulan Syaban sebagaimana puasa di bulan-bulan lainnya. Kemudian Nabi SAW bersabda, "Bulan Syaban merupakan bulan di mana manusia melalaikannya antara bulan Rajab dan Ramadan. Padahal Syaban adalah bulan diangkatnya amalan kebajikan kepada Rabb semesta alam. Aku cinta amalanku diangkat dalam keadaan aku berpuasa.'" (HR An-Nasai dan Abu Dawud).

Menjalankan puasa Syaban seperti dilansir iNews.id dari pusat kajian hadis (PKH), ada batas waktunya, yaitu sampai dengan tengah bulan Syaban atau tanggal 15 Syaban.

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah seorang dari kalian mendahului bulan Ramadan dengan berpuasa satu atau dua hari kecuali apabila seseorang sudah biasa melaksanakan puasa (sunnat) maka pada hari itu dia dipersilahkan untuk melaksanakannya“. (Bukhari 1781).