Arema sebaliknya tetap mengoleksi enam poin dari enam pertandingan, dengan catatan satu kemenangan, tiga hasil imbang, dan dua kekalahan. Kekalahan telak di Bekasi membuat Singo Edan tertahan di peringkat ke-11 klasemen sementara. Selisih gol Arema pun semakin tertekan setelah kebobolan lima gol dalam satu pertandingan.

Dominasi Persija juga tercermin dari statistik pertandingan yang mencatat penguasaan bola 67 persen berbanding 33 persen untuk Arema. Persija melepaskan 17 tembakan berbanding tiga milik Arema, dengan delapan tembakan tepat sasaran berbanding dua. Persija juga unggul delapan berbanding empat dalam jumlah tendangan sudut.

Pada pertemuan sebelumnya, Arema mengalahkan Persija dengan skor 2-0 pada 8 Februari 2026. Kemenangan 5-1 di Bekasi ini membalikkan hasil pertemuan tersebut dengan selisih gol yang jauh lebih besar. Catatan itu menunjukkan betapa berbedanya jalannya pertandingan kali ini dibandingkan pertemuan terakhir kedua tim.

Kemenangan 5-1 atas Arema menyamai kemenangan 4-0 atas PSIM Yogyakarta pada 10 Oktober 2026 sebagai kemenangan dengan selisih gol terbesar Persija musim ini. Hasil ini menegaskan kebangkitan Macan Kemayoran setelah sempat terpeleset pada pekan sebelumnya. Bagi Arema, dua kekalahan beruntun menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi agar tidak semakin tertinggal di papan klasemen.