"Persiapan bagus, tidak punya banyak waktu. Kami lebih mengontrol masalah kelelahan fisik pemain dan mental," ujar Marcos Santos.

Santos mengakui performa timnya pada pertandingan sebelumnya belum memuaskan, tetapi ia tetap mempercayai kemampuan para pemainnya untuk bangkit. Laga melawan Persija dinilainya sebagai pertandingan besar yang tepat untuk mengakhiri tren tanpa kemenangan. Kepercayaan itu menjadi modal utama Singo Edan menjelang lawatan ke Bekasi.

"Karena kami tahu, kami tidak bermain bagus melawan Garudayaksa dan menelan kekalahan pertama di kompetisi. Tetapi saya percaya pada tim dan para atlet saya untuk bangkit di laga besar ini," ujar Marcos Santos.

Arema tetap patut diwaspadai meski belum konsisten. Singo Edan mencetak 11 gol dalam lima pertandingan dan selalu menjebol gawang lawan pada setiap laga tersebut, dengan memanfaatkan skema bola mati dan situasi sepak pojok. Di sisi lain, pertahanan Arema telah kebobolan sembilan gol, jauh lebih banyak daripada Persija yang baru kebobolan empat gol.

Penjaga gawang Arema, Adi Satryo, justru mencatatkan jumlah penyelamatan terbanyak hingga pekan kelima, yakni 26 kali penyelamatan. Catatan itu memperlihatkan besarnya tekanan yang dihadapi lini belakang Singo Edan sepanjang pertandingan. Santos pun mewaspadai transisi cepat dan tekanan Persija setelah kehilangan bola, tetapi tetap yakin timnya mampu bersaing.