KENDARI, TELISIK.ID - Awal tahun ini, pekerja tambang di Morosi Kabupaten Konawe makin banyak yang memutuskan untuk berhenti bekerja, mulai dari persoalan gaji yang dinilai tidak sesuai sampai kondisi kesehatan yang dialami pekerja, menjadi alasan.

Gaji yang diterima pekerja dinilai tidak sebanding dengan pengeluaran, menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pekerja tambang untuk berhenti dari pekerjaanya.

Kesehatan pekerja tambang menjadi masalah yang dialami kerap menjadi tanggungan sendiri, meskipun telah bekerja bertahun-tahun pada perusahaan tambang di Morosi.

Baca Juga: TPS Nanga Banda Sudah Dibersihkan dan Kini Sampah di Reok Dibuang ke TPAS

Hal ini turut diungkapkan oleh Arul (32) yang memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya sejak 22 Desember 2022 sebagai crew pekerja umum PT Obsidian Stanless Steel (OSS).