“Rencana mau ke kantor bupati dan kantor DPR, tapi kami diboikot di depan Polres. Langsung kapolresnya turun. Bahkan saat saya mau membela teman saya, saya diintimidasi dan diancam akan ditangkap juga,” ungkap Apriansyah saat dihubungi telisik.id.
Ia juga mengaku temanya sempat mendapatkan tindakan kekerasan dari aparat kepolisian.
“Hampir putus lehernya itu anak, ada polisi pukul bagian belakangnya. Arogan sekali ini kapolres,” katanya.
Selain itu, Apriansyah menyebut dua orang, termasuk sopir mobil sound system, turut diamankan aparat karena diduga membawa parang di dalam kendaraan.
Namun, ia menilai penahanan sopir beserta mobil sound system tersebut sebagai bentuk upaya pembungkaman dan sabotase terhadap jalannya aksi.
