Unjuk rasa ini digelar oleh Aliansi Masyarakat Bombana Bersatu sebagai wujud protes atas rencana investasi yang dinilai bermasalah.
Apriansyah menegaskan, penolakan warga berkaitan dengan proses pembahasan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) yang dianggap tidak transparan dan tidak melibatkan masyarakat terdampak.
Ia menyebut kehadiran PT ISP dikhawatirkan mengancam mata pencaharian warga, sementara pemerintah daerah dinilai belum memberikan jaminan maupun solusi konkret atas potensi dampak yang akan timbul.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait. (B)
Penulis: Gusti Kahar
