Ia menjelaskan, bahan pembuatan miniatur kapal pinisi tak terlalu sulit, sebab bahan utamanya dari bambu yang bisa dengan mudah didapatkan.

"Kendalanya di waktu pengerjaan, karena kami cuma berdua saja, sehingga jika ada pesanan yang terburu-buru, terpaksa kami tolak," ungkapnya.

Selain itu, Nur Jafar beserta rekannya mengaku akan terus berusaha tetap intens dalam pembuatan miniatur kapal pinisi sambil mencari pasaran.

"Harapan kami, ke depan usaha ini dapat berkembang luas dan dikenal khususnya masyarakat Sultra. Tidak hanya miniatur kapal pinisi, kami juga menerima pesanan berbahan bambu lain seperti souvenir berbahan bambu contohnya miniatur rumah adat dan kantor, juga dekorasi gabus yg biasanya dipakai pada pernikahan," tutupnya.

Reporter: Ahmad Sadar