Cakupan layanan tersebut memungkinkan distribusi avtur berjalan optimal dari bandara embarkasi utama hingga bandara penyangga logistik.

Ketersediaan stok di seluruh titik layanan dijaga dalam kondisi aman, dengan dukungan manajemen logistik yang adaptif dalam mengantisipasi peningkatan permintaan selama periode puncak haji.

Lebih lanjut, secara keseluruhan proyeksi kebutuhan avtur pada periode haji tahun ini mencapai lebih dari 80.000 KL, meningkat 1,2% dibandingkan periode haji sebelumnya dan sekitar 5,6% di atas rerata penyaluran harian normal.

Peningkatan ini mencerminkan tren kenaikan aktivitas penerbangan haji serta kesiapan perusahaan dalam mengantisipasi dinamika kebutuhan energi sektor aviasi.

Dari sisi operasional, Pertamina Patra Niaga juga mengoptimalkan pemanfaatan digitalisasi melalui sistem Digital Ground Operation (DGO).