Dijelaskan, perekonomian mengalami kontraksi dalam, sehingga tumbuh jauh lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama yang masih mencapai 2,97 persen. Sedangkan pada kuartal kedua tahun 2019 mencapai 5,05 persen.  

"Kontraksi ini lebih dalam pertumbuhan ekonomi kita," tuturnya.

Suhariyanto mengakui kondisi saat ini bukanlah persoalan yang gampang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal II.

“Kontraksi pertumbuhan ekonomi ini di kuartal II dikarenakan angka penularan Virus Corona yang terus memburuk. Jadi pada triwulan kedua ini mengalami kontraksi," pungkasnya.

Ia menambahkan, pemerintah tengah berupaya agar denyut ekonomi tetap berjalan di tengah ketidak pastian kapan COVID-19 berakhir.