Asrafil menilai ini sebagai bukti komitmen dewan dalam mengawal kebijakan anggaran yang yang berorientasi sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah secara efektif, efisien, dan tepat sasaran.
"Saya berharap kemitraan dan kerja sama yang terjalin harmonis antara eksekutif dan legislatif ini dapat terus dipertahankan demi mewujudkan pembangunan daerah yang merata serta mewujudkan industrialisasi JATI menuju Muna yang barakati, sejahtera, maju dan berkelanjutan," harap Asrafil, Sabtu (26/9/2026).
Adapun postur Perubahan APBD 2026, pendapatan yang semula Rp 1,06 triliun bertambah Rp 122 miliar menjadi Rp 1,184 triliun.
Belanja daerah semula Rp 1,03 triliun
bertambah Rp 132 miliar menjadi Rp 1,162 triliun, surplus/(defisit) setelah perubahan Rp 22 miliar.
