Mengutip Sindonews.com, Betavolt berencana untuk meningkatkan teknologinya untuk menghasilkan baterai pada 2025, mereka yakin bahwa pengembangannya jauh lebih unggul dari negara mana pun.

Perusahaan ini juga menyatakan bahwa BV100 tidak akan terbakar atau meledak jika terkena tusukan hingga tembakan, tidak seperti beberapa baterai saat ini yang tidak aman jika rusak atau terkena suhu tinggi.

Baca Juga: Ratusan Dokter dan Pasien di Gaza Hilang, Perbatasan Israel akan Meluas ke Mekkah dan Madinah

Untuk diketahui, baterai bertenaga nuklir sendiri sebenarnya bukanlah barang baru. Saat ini, baterai telah digunakan untuk pesawat ruang angkasa, sistem bawah air, stasiun ilmiah otomatis, serta pesawat ruang angkasa seperti penjelajah Mars, namun ukurannya sangat besar.

Dengan ukuran kecil yang ditawarkan Betavolt, membuat baterainya lebih unggul dari baterai lain yang ada saat ini. Baterai Betavolt digadang-gadang akan menjadi tonggak baru dalam sejarah industri baterai dunia. (C)