SICHUAN, TELISIK.ID - Sebuah perusahaan medis asal China, Shanxi Aorui Biomaterials, diduga terlibat dalam skandal pencurian mayat besar-besaran.
Lebih dari 4.000 jenazah dilaporkan dicuri dari krematorium dan laboratorium medis di berbagai provinsi di China, seperti Sichuan, Guangxi, dan Shandong.
Dugaan tersebut muncul setelah seorang pengacara kriminal merilis rincian kasus di media sosial, yang kemudian memicu penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Baca Juga: Tiga Negara Ini Penduduknya Paling Pelit Senyum, Dianggap Kebodohan dan Tidak Penting
Laporan dari South China Morning Post (SCMP) mengungkapkan bahwa perusahaan ini mencuri mayat dengan tujuan untuk mengolah tulang alogenik.
