"Kemarin ada pembahasan terkait stok nikel di LME dan Shanghai yang over sekitar 750 ribu ton. Itu harus kita exercise agar produksi kita tidak makin menambah kelebihan pasokan di pasar global," jelasnya.
Dalam penyusunan kebijakan berikutnya, pemerintah akan memperhitungkan kebutuhan bahan baku industri pengolahan atau smelter di dalam negeri serta perkembangan permintaan internasional. Dengan demikian, penentuan kuota tidak hanya didasarkan pada kemampuan industri menyerap bahan baku, tetapi juga mempertimbangkan persediaan dan dinamika pasar global.
Menurut Tri, keseimbangan tersebut menjadi bagian penting dalam menetapkan tingkat produksi yang optimal. Pemerintah masih mengkaji berbagai faktor sebelum menentukan kebijakan kuota pertambangan untuk periode 2027.
"Penetapan kuota harus optimal, tidak hanya disesuaikan dengan kebutuhan smelter domestik, tetapi juga mempertimbangkan dinamika pasar global," pungkas Tri. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
