KENDARI, TELISIK.ID -  "La Ode Fitra Erizal Mahasiswa Administrasi Pendidikan Konsentrasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan IPK 3,63 Predikat Kelulusan Pujian," ucap pembawa acara wisuda, di hotel termegah di Kota Kendari, 9 April 2018.

Dalam pada itu ia terkenang pesan bapaknya. Bapak adalah tongkat tekad dalam kehidupannya, namun tak bisa membersamainya. Bapaknya telah lebih dulu manut panggilan Ilahi, sejak Fitrah menjalani semester dua di Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari. Dalam keterbatasan fisiknya, ayahlah yang jadi penopang untuk melanjutkan studi.

"Apapun yang dikatakan mamamu, kalau ko ingin sekolah, pergilah! Saya akan tanggung semua kebutuhan-kebutuhanmu. Jika saya harus menjual rumah ini untuk membiayai kuliahmu, akan saya lakukan," kenangnya, mengingat pesan bapaknya beberapa tahun silam.

Usai penamatan Madrasah Aliyah, Ia mengutarakan niatnya untuk melanjutkan studi, menjadi mahasiswa, seperti orang kebanyakan. Ibunya tidak memberikan izin karena pertimbangan kondisi fisik Fitra yang terbatas. Tahulah Ibu, manusia yang dipenuhi cinta. Ia seperti bumi, yang menghampar cinta, menjaga sepenuh hayat, menumbuhkan kemurnian sepenuh hati.

Bapak kandungnya meninggal sejak usia Fitra dua bulan. Belum jua Ia bisa merangkak, bapak telah lebih dulu paripurna dalam keharibaan Ilahi. Ibunya lalu menikah lagi. Bapak tirinya inilah yang menjadi tongkat tekad menghadapi cemooh, dan pandang sinis dunia. Recik di masa lalu itu mungkin yang menjadikan ia pemalu.