"Dimana tempat berfoto, kita harus berfoto untuk dijadikan pajangan di ruang tamu," kenangnya. Kalimat itulah yang mampu terucap seusai wisuda dari lisan Ibunya.
Dalam kalimat itu ada haru yang terpendam, spirit bahagia, dan keyakinan yang teguh. Tentang keyakinan yang kukuh, tak sedikitpun keraguan. Ada pesan untuk masa depan.
"Apalagi saya sudah seperti sekarang, beliau belum sempat melihat keberhasilanku. Sampai sekarang, kalau ditanya siapa bapakku, saya pasti jawabnya dia", tutup Fitra. Kini ia telah diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Wakatobi.
Biarlah foto di ruang tamu menitip pesan kepada setiap yang datang. Biarlah sejarah mengukir dengan teguh bahwa setiap anak yang dilahirkan dari rahim seorang Ibu adalah pejuang. Walau foto itu seperti gambar kaleng Khong Guan.
Reporter: Haidir Muhari
