Samriatin mengatakan keluarga mereka tidak pernah mengalami kendala selama menjadi peserta JKN. Mulai dari pendaftaran, pemeriksaan, hingga rujukan selalu berjalan mudah.
“Kalau ada yang bilang BPJS Kesehatan itu ribet, kami justru merasakan sebaliknya,” ujarnya.
Ia menceritakan bahwa keluarga mulai memahami manfaat JKN sejak Jasmin rutin memeriksakan kesehatan di puskesmas. Rutin membayar iuran membuat mereka merasa terlindungi dari risiko biaya pengobatan mendadak.
“Dulu kami tidak terlalu paham manfaatnya, tapi setelah bapak dirujuk ini kami benar-benar merasakan. Semua tertangani dengan cepat dan tanpa biaya tambahan,” katanya.
Menurutnya, Program JKN sangat membantu masyarakat kecil. Tanpa program ini, ia membayangkan biaya pengobatan ayahnya akan sangat berat.
