Tahun ini, instansinya manargetkan tingkat proyeksi permintaan masyarakat (PPM) peserta baru mencapai 5.009 akseptor. Karena itu, ia akan terus memberi suport para penyuluh keluarga berencana (PKB), penyuluh lapangan keluarga berencana (PLKB), penyuluh pembantu lapangan keluarga berencana (PPLKB), sub PPLKB dan tenaga kesehatan.
Baca Juga: Meski Haram, Jokowi Pastikan Semua Pesantren di Jatim akan Terima Vaksin AstraZeneca
"Sesuai arahan pak Bupati, LM Rusman Emba, para penyuluh kita berikan reward. Karena mereka adalah ujung tombak kita di lapangan," ungkapnya.
Bupati lanjut Rahmat, meminta agar instansinya menyuksekan program nasional itu. Olehnya, untuk meningkatkan dan mengurangi angka kegagalan program KB, pihaknya terus melakukan penyuluhan tentang metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) melalui penggunaan tujuh macam alat kontrasepsi oleh petugas KB di lapangan maupun melalui mobil KB keliling.
"Tahun 2019 lalu, kita tertinggi di Sultra untuk alat kontrasepsi melalui MKJP," pungkasnya. (B)
