“Saat ini pembaca sudah pintar, jika tulisan tidak bernutrisi, maka akan ditinggalkan,” jelasnya.
Sarjono mencontohkan, jika dulu pembaca masih berpendidikan SMA dan setelah itu ia melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, otomatis metode berpikirnya juga berubah. Artinya jika tulisan tidak berubah, maka pembaca akan meninggalkannya. Menurutnya, solusinya hanya satu yakni wartawan lebih rajin membaca buku.
“Ayo cobalah, ini akan membuat pembaca Anda membaik,” ungkapnya.
Sarjono menambahkan, daya tahan media saat ini bergantung kepada wartawan. Jika wartawan tidak bisa menjaga marwahnya, maka dalam waktu dekat profesi ini akan tergerus oleh zaman. (B)
Reporter: Siswanto Azis
