Samlia juga menjelaskan bahwa terdapat juga atraksi karia’a atau somboa (budaya pingitan) dan hefale-falea (adat sebagai tanda kelahiran anak pertama). Hanya saja tidak setiap saat.

"Kalau masyarakat melakukan tradisi tersebut kami perlihatkan dan jelaskan. Kalau tidak ada, kami tidak mengadakan karena itu hal yang sakral dan sarat akan makna," ujarnya.

3. Desa Mola

Desa wisata Mola, tempat suku Bajo menetap. Foto: Repro Instagram @lepa_mola

 

Mola terletak di bagian barat Pulau Wangi-Wangi dan berhadapan langsung dengan Pulau Kapota. Kawasan ini merupakan pemukiman penduduk suku Bajo, pengembara laut, yang telah menetap di Pulau Wangi-Wangi sejak tahun 1958.