Danau Moko memiliki air yang berwarna biru jernih dan sejuk dipandang, letaknya yang dikelilingi pepohonan rindang menambah pesona keindahan danau ini. Foto: Wa Ode Ria Ika Hasana/Telisik

 

"Di sini biar anak kecil sudah berani lompat-lompat, danau Moko ini dahulu banyak penyu yang selalu muncul dipermukaan untuk berenang, namun sekarang sudah jarang terlihat," jelas Muslima pada Jumat (30/6/2023).

Di danau Moko sebelumnya terdapat seekor penyu yang sudah hidup berpuluh-puluh tahun. Hewan jinak itu biasa diajak berenang bersama dengan cara menepuk permukaan air tiga kali. Tidak berapa lama penyu tua itu akan naik ke permukaan air dan menemani Anda untuk berenang selama berjam-jam, asal jangan disakiti. Namun penyu tua ini sudah jarang terlihat oleh wisatawan maupun warga sekitar.

Terdapat 3 danau Moko yang lokasinya berdekatan, ada Moko 1, Moko 2 dan Moko 3, namun yang biasa dipergunakan sebagai permandian oleh wisatawan dan warga setempat adalah Moko 1. Hal ini karena Moko 1 memiliki bentuk yang lebih indah, lokasinya di pinggir jalan dan airnya paling jernih dan bersih.

Selain berenang, para pengunjung biasanya menggantung hammock untum bersantai di pepohonan yang ada di sekitar danau sembari menikmati indahnya air danau dan sejuknya hembusan angin. Danau Moko juga mempunyai tebing dengan ketinggian sekitar 3-5 meter, biasa dijadikan sebagai tempat untuk melompat ke dalam air danau. Bila sedang tidak ingin bermain air, pengunjung juga tetap bisa naik ke tebing untuk menikmati keindahan dari danau.