Hal ini merujuk kepada wilayah kediaman masyarakat suku Moronene yang banyak ditumbuhi resam. Tumbuhan resam biasanya hidup subur di daerah lembah atau pinggiran sungai yang mengandung banyak air, tempat yang cocok bagi suku Moronene yang dikenal sebagai petani, peramu, dan pemburu.

Rumah Adat Moronene di Kelurahan Taubonto dibangun secara bertahap sejak tahun 2018 oleh Pemkab Bombana. Foto: Hir Abrianto/Telisik

 

Dalam pelaksanaannya, sebelum menuju rumah adat (Laica Kangkosa), Penjabat (Pj) Bupati Bombana akan diterima dan disambut dengan ritual Mo’oli Wonua. Tradisi ini merupakan permohonan izin kepada pemilik kampung sebelum menggelar acara besar.

Ritual ini merupakan bagian penting dari adat istiadat suku Moronene yang menekankan penghormatan terhadap leluhur dan kekayaan budaya lokal. Kegiatan festival bakal dihadiri tokoh-tokoh penting dan menandakan dukungan yang kuat terhadap pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata di Bombana.

Berbagai prosesi ritual adat akan memikat perhatian para pengunjung festival. Prosesi Mobeli Wonua dan Montewehi Wonua, yang melambangkan semangat membersihkan kampung dari tindakan yang tidak sesuai dengan adat, akan ditampilkan.